Sejarah Kisah Sosok Joker Pada Kartu Remi

Hampir semua orang mengenal kartu remi yang sebagai permainan kartu tentunya. Kartu remi digunakan sebagai permainan hiburan bersama mengisi waktu luang di kalangan teman-teman dan keluarga. Bicara tentang kartu remi, pasti tidak asing lagi dengan si kartu pembawa keberuntungan yaitu si sosok joker. Kartu joker terdapat dua jenis yaitu joker merah dan joker hitam. Penggunaan kartu joker tidak terdapat pada semua permainan kartu remi, banyak permainan kartu menghilangkan kartu joker ini. Hanya beberapa permainan kartu tertentu saja yang terkadang joker di perlukan dalam permainan.

Kartu joker menjadi kartu incaran untuk di dapatkan dalam permainan kartu joker. Sebab penggunaan kartu joker bisa menjadi kartu apa saja ketika kartu lainnya sudah mati tidak bisa berfungsi lagi dalam menjalankan permainan. Maka peran joker yang menjadi jurus andalan dalam setiap pemain yang mendapatkannya. Dalam penampilan kartu joker terdapat gambar seperti layaknya seorang badut. Dan itu pun menjadi perbincangan banyak orang hingga sampai sekarang. Di pembahasan kali ini akan di ceritakan si sosok joker pada kartu remi tersebut.

Sejarah Joker

Istilah “Joker” berasal dari’ Jucker, ejaan Jerman asli Euchre. Kartu ini awalnya dikenalkan pada th 1860 buat game dari keluarga buat dimanfaatkan sebagai yang teratas truf. Dokumen Catherine Perry Hargrave pelawak dari th 1862 dan 1865 dalam bukunya Histori Main kartu. Kartu 1862 memiliki raja rimba di atasnya dan label ” tertinggi Trump”, sedangkan yang dari 1865 yang tertulis “kartu ini membutuhkan baik Bower” dan “Imperial Bower”, atau “Trump Kartu tertinggi”.

Suatu teori alternatif yaitu bahwa Joker pada awalnya dikembangkan untuk permainan Poker sebagai wild Kartu, Tapi, ini sebahagian besar didiskreditkan memberi dukungan teori Euchre. Merasa bingung tentang masalah ini mungkin berasal dari bukti bahwa kedua permainan tersebar bersamaan utara di Mississippi.

The Joker datang untuk diwakili sebagai badut atau pelawak pengadilan oleh 1880-an, karena namanya diasumsikan dan juga mungkin meminjam dari Fool di kartu tarot (pendahulu ke Perancis Tarot Nouveau, yang menggambarkan The Fool sebagai badut kecapi-playing, yang jadi ternama di Eropa sekitar waktu yang sama).

Kartu JOKER mulai disertakan dalam setiap deck kartu sejak th 1880. Awalnya pada pertengahan abad ke-19 terdapat suatu permainan kartu yang sangat ternama di Eropa, permainan tersebut merupakan EUCHRE. Setelah itu permainan itu dibawa oleh para imigran ke Amerika, yang hasilnya diterjemahkan jadi JOKER dalam bahasa Inggris.

Kisah Misteri Sosok Joker

Terdapat dua versi yang menuturkan mengapa kartu joker rata-rata berpenampilan layak seseorang badut?

Joker The Fool Pada Tahun 1400

The Fool ialah sebutan yang diberikan pada orang berkebutuhan khusus atau orang yang cacat terkadang juga di sebut sebagai si bodoh. Pada era dulu orang yang berkebutuhan khusus dihina dan dikucilkan oleh Masyarakat. Bahkan yang lebih parah, mereka dapat menggantungkan lonceng pada leher orang tersebut sebagai penanda seandainya orang itu sedang mendekat.

Kebanyakan orang berkebutuhan khusus dapat ditampung dan dibesarkan oleh para pemuka agama. Hingga hasilnya muncul konsep biar orang berkebutuhan khusus yang terbuang bisa di terima kembali oleh warga. Selanjutnya orang tersebut bakal diberikan Pakaian, topi, dan sepatu, dengan lonceng-lonceng kecil. Mereka juga diajarkan buat berakrobat, bernyanyi, dan keterampilan lainnya.

Dengan Begitu, The Fool dapat di terima kembali oleh Penduduk. Raja dan Ratu umumnya juga dapat mengundang The Fool buat menampilkan keterampilannya.

Kartu JOKER menjadi kartu yang unik dapat difungsikan buat mengganti kartu lain dengan cara bebas karena terdapat peristiwa kala The Fool memiliki kebebasan untuk masuk ke hunian masyarakat dan bebas berangkat ke sana kemari.

Dalam permainan Tarot, Makna kartu joker lebih identik dengan versi yang satu ini. Tidak hanya di sebut kartu truf paling tinggi juga di karenakan pemain yang mendapati kartu ini tentu akan menang.

Joker sebagai Hofnar

NAR yakni penghibur (entertainer),HOF yakni kata lain buat lingkungan kerajaan. Jadi, HOFNAR merupakan penghibur dalam lingkungan kerajaan. dengan kata lain merupakan badut kerajaan.

Percitraan diri dalam versi ini pun berlainan jauh dari versi Joker sebagai The Fool, Hofnar tidak berkebutuhan khusus. Hofnar lebih di gambarkan sebagai orang yang cerdas layaknya artis yang memiliki banyak cara & cara buat menghibur tamu-tamu istana. Rata rata si HOFNAR itu berbakat macam-macam,bisa bermain musik, jugling, akrobat, pandai bercerita ,lucu, & kadang-kadang dalam atraksinya juga memakai binatang,seperti monyet,anjing,ular,burung, dll.

Seseorang HOFNAR lewat atraksinya membuat ia senantiasa di terima di manapun dalam lingkungan kerjaan. Tidak cuma itu juga di izinkan bebas mondar-mandir dmana-mana dan di lingkungan kerajaan untuk mencari Memberi inspirasi. Karena penampilannya yang serupa badut pada era sekarang, maka kartu JOKER juga tidak jarang digambarkan sebagai satu orang badut serta bisa difungsikan sebagai kartu pengganti segala macem kartu.

Demikianlah pembahasan tentang sejarah dan kisah sosok joker pada kartu permainan. Semoga bermanfaat dan menambah informasi anda sekalian.

Author: entertainmentnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *