Sejarah Kartu As Sekop Sebagai Kartu Kematian

Permainan yang menggunakan kartu sebagai alat medianya sudah pasti sangat di minati oleh banyak orang hingga seluruh dunia. Bermain kartu dapat memberikan hiburan yang menyenangkan dan dapat melatih pikiran. Salah satu yang menjadi favorit bagi mereka adalah kartu remi, yang biasa dimainkan dalam permainan poker.

Baca Juga : Sejarah Di Balik Kartu Remi

Sebagai pecinta permainan kartu remi, tentu anda mengenal dengan jeli dari keseluruhan setiap kartu yang ada. Salah satunya yang mudah di ingat adalah kartu as sekop, bukan. Di karenakan as sekop memiliki desain khas yang berbeda dari kartu as lainnya. Hiasannya jauh lebih megah dibandingkan kartu lainnya. Namun begitu, ternyata kartu tersebut memiliki sejarah yang mematikan. Sebab as sekop ini pernah di tandai sebagai julukan kartu kematian.

Sejarah Singkat Kartu Remi

Untuk mendalami bagaimana as sekop jadi kartu kematian, butuh diketahui sedikit tentang asal mula kartu remi. Banyaknya ahli peristiwa menduga, kartu permainan merupakan hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka main catur memanfaatkan kerikil. Ahli lain berpendapat, permainan kartu adalah evolusi dari semacam upacara buat berkomunikasi dengan para dewa.

contoh kartu tarot

Kartu perdana di Eropa (Italia) dinamakan kartu Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena wujudnya seperti tablet, dan difungsikan antara lain buat meramal nasib. Tarot tertua berasal dari th 1470 di Lombardy. Satu setnya terdiri dari 50 kartu, dibagi jadi 5 group masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang beraneka ragam hal kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dan sebagainya. Yang akhirnya adanya evolusi dan penyebaran ke barat, kartu remi pun muncul.

Pada abad ke-15, kartu remi dibuat dengan tangan dan dilukis dengan tangan, menentukan bahwa hanya keluarga kerajaan dan orang kaya yang mampu membelinya. Tapi, belakangan, pabrikan Prancis menstandarisasi empat setelan kartu remi — bersama dengan bentuk dan warnanya — membuat produksi kartu remi lebih mudah dan murah. Ini meningkatkan pemakaian kartu remi di seluruh Eropa, Inggris, dan koloni Inggris di Amerika Utara.

Sekitar awal abad ke-19, orang Amerika mulai memproduksi kartu remi mereka sendiri. Selama bertahun-tahun, mereka terus menyempurnakan dan membakukan dek, membuahkan inovasi seperti sisi membulat yang jauh lebih tahan pada sobekan. Pada th 1867, tiga orang laki laki mendirikan business percetakan di Cincinnati, Ohio, yang hasilnya jadi Perusahaan kartu remi Amerika Serikat. Saat ini, perusahaan tersebut memegang posisi pasar nomor satu dalam hal penjualan di AS, dan brand Sepeda-nya jadi identik dengan kartu remi.

Sejarah As Sekop Jadi Kartu Kematian

Seiring berkembangnya kartu remi, penggambaran empat kategori dan kartu wajah juga berkembang, lebih sering menurut selera individu, regional, dan budaya. Contohnya, orang Italia menggambarkan sekop modren sebagai pedang, sementara kartu remi yang diproduksi di negara-negara Jerman memakai daun yang berdiri di batangnya.

Untuk menyederhanakan desain setelan kartu remi, orang Prancis memanfaatkan siluet daun terbalik Jermanik, yang menyerupai sekop modren, namun simbol tersebut mungkin saja besar mempertahankan hubungannya dengan perang, pembunuhan, dan kematian. Dalam bahasa Latin, kata spatha, akar dari kata bahasa Inggris modis sekop, merujuk pada “senjata atau sarana yang luas dan datar”. Tidak cuma itu, orang Prancis menyebutkan setelan ini sebagai piques, yang berarti tombak. Tombak yakni senjata dua tangan yang terdiri dari batang kayu panjang dan bilah datar dan runcing. Tidak sulit buat melihat bentuk tombak di sekop modren kita.

Akan tetapi, sama pentingnya dengan cara linguistik, bagaimanapun, yaitu kenyataan bahwa sekop juga mengacu pada tipe sekop dengan bilah lebar, pipih, dan tipis, yang tidak jarang diperlukan untuk menggali kuburan. Bahkan di era ekskavator mekanis sekarang ini, sekop masih dimanfaatkan oleh para pekerja kuburan buat memotong garis besar kuburan di tanah atau untuk menyelesaikan segi dan lantai kuburan.

Apa yang selamanya menyegel asosiasi as sekop sebagai “kartu kematian”, bagaimanapun, itu berjalan selama Perang Vietnam. Menurut Perusahaan kartu remi Amerika Serikat (USPCC), sepasang letnan Amerika yang bertugas di luar negeri menulis perusahaan tersebut pada bln Februari 1966 dan meminta USPCC buat mengirimi mereka seluruh dek yang terdiri dari as sekop. Viet Cong diduga takut dengan kartu ini karena takhayul yang mengelilinginya sebagai pertanda kematian. Tidak hanya itu, merk Sepeda menggunakan Lady Liberty dalam simbol kartu asnya, yang menurut laporan musuh dianggap sebagai “dewi kematian”.

USPCC mengirimkan ribuan geladak khusus ini ke luar Negeri, di mana pasukan Amerika menggunakannya sebagai bentuk perang psikologis melawan pasukan musuh di Vietnam. (Kemasan tiap-tiap dek bahkan dikasih label “Senjata Rahasia Sepeda.”) Menyebarkan kartu kematian ini di daerah nyata atau yang dicurigai bermusuhan dilaporkan menyebabkan Viet Cong melarikan diri. Tidak cuma itu, beberapa pasukan Amerika bakal meninggalkan satu kartu as dari sekop di badan musuh yang membunuh buat menunjukkan “Kami ada di sini” atau “Kami datang untuk Anda”. Tujuannya untuk senjata psikologis menghancurkan mental lawan.

Author: entertainmentnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *