Sejarah Di Balik Kartu Remi

Kartu Remi yakni suatu sarana permainan yang umum digunakan buat bermain permainan kartu bersama Rekan-rekan dan keluarga saat berkumpul, tidak jarang permainan kartu remi menggunakan taruhan. Di jaman sekarang ini kartu remi banyak diperlukan di tempat-tempat perjudian offline maupun online.

Tiap paket kotak kartu remi berisi 54 kartu, dengan 52 kartu penting serta 2 kartu tambahan (joker hitam serta merah). Tapi untuk kartu joker hanya di gunakan dalam jenis permainan kartu remi yang tradisional. Dari 52 kartu remi ini terdiri ke dua warna, adalah 26 kartu merah serta 26 kartu hitam. Di samping itu, kartu ini dibedakan jadi empat bentuk atau lambang (suit) kartu , Yaitu: ♣ Keriting atau Club (berwarna hitam, 13 kartu), ♠ Sekop atau Spade (berwarna hitam, 13 kartu), ♥ Hati atau Heart (berwarna merah, 13 kartu) dan ♦ Wajik atau Diamond (berwarna merah, 13 kartu).

Sebetulnya, tidak ada catatan tentu tentang kapan pertama-tama kartu ini dibuat, siapa penciptanya, serta kapan pertama-tama dimainkan. Ada sangkaan seandainya asal mula kartu ini datang dari India (Hindustan) atau Cina pada tahun 800-an. Terhitung, tidak ketahuan kapan kartu ini masuk ke Eropa.

Kartu remi mungkin penyebarannya dikerjakan oleh tentara, pedagang, atau suku-suku yang hidup berpindah-pindah. Sedikit lebih jelas berkaitan info kartu ini merupakan saat kehadirannya di Italia lebih kurang tahun 1200-an. Dari Italia, kemudian menebar ke Spanyol, Prancis, serta Jerman.

Sangkaan beberapa pakar yaitu kartu remi merupakan hasil evolusi dari permainan seperti catur yang paling sering dimainkan oleh beberapa pengembala di Asia Barat. Sekalian mengembalakan ternaknya, mereka isi waktu dengan main catur menggunakan kerikil.

Opini lain menuturkan kalau cikal bakal kartu remi datang dari evolusi satu ritual upacara buat berkomunikasi dengan beberapa dewa. Ritual itu menggunakan empat tangkai anak panah atau tongkat yang sudah diberi sinyal dengan 4 lambang yang tidak sama. Tongkat itu setelah itu dilemparkan ke atas altar. Tongkat yang jatuh bakal dimaknai oleh sang pendeta jadi isyarat titah dewa.

Saat kehadirannya pertama-tama di Italia (Eropa), kartu ini disebutkan dengan kartu Tarot (tarrochi), adalah kartu tablet sebab memiliki bentuk seperti tablet. Kartu tarot paling sering dimanfaatkan untuk meramal nasib satu orang. Peninggalan kartu tarot paling tua berangka th 1470 diketemukan di Lombardy. Kartu ini sebanyak 50 kartu yang terdiri ke 5 barisan. Tiap barisan terbagi dalam 10 kartu.

Permukaan kartunya tergambar tema-tema mitologi atau alegori berkenaan barbagai segi kehidupan, seperti planet, seni, pengetahuan, dan lain-lain. Tarot seterusnya alami evolusi jadi Tarot Venetia yang jumlahnya 78 kartu . Pada jenis tarot ini mulai ada kartu sebagai cikal dapat Joker kekinian, namanya il matto (si pandir).

Dahulu, kartu ini mempunyai harga yang mahal hingga dengan cara hanya terbatas dimainkan oleh golongan bangsawan atau borjuis. Harga kartu ini mahal sebab masih dibikin dengan cara manual dengan tangan serta gambarnya hasil lukisan. Kartu ini setelah itu terjangkau oleh masyarakat sesudah penemuan skema bikin dengan kayu. Perkembangan tehnik percetakan turut bertindak penting dalam perubahan kartu ini, peningkatan tehnik bikin dengan plat tembaga membuat produksi kartu remi makin bertambah.

Gambar lukisan pada kartu makin cantik sesudah ditemukannya proses reproduksi warna dengan tehnik litografi pada th 1800. Terkecuali itu, beberapa tokoh yang terlukis pada kartu berubah dari sekian waktu. Pada kartu tua dari Spanyol serta Italia, ke empat kartu King-nya memvisualisasikan figur raja dari kerajaan besar dunia Era pertengahan. Seterusnya, waktu raja Henry III dari Prancis naik tahta, pakaian beberapa bangsawan pada kartu berubah ikuti mode pada jaman itu.